Home » Peristiwa
Seorang pejabat lokal Filipina telah dipecat setelah cuti untuk reuni sekolah di sebuah pulau tropis dan mengunggah foto perjalanan di Facebook, kata pemerintah Kamis.
Petugas informasi provinsi Maynardo Valdez menutup kantornya selama empat hari pada Juli tahun lalu untuk bergabung dengan mantan teman sekelasnya dalam liburan di pulau Boracay, kata bawahannya di Badan Informasi Filipina.
Saat itu mereka tidak menemukan bukti terhadap keberadaan Valdez, namun ia segera tertangkap setelah foto-foto online-nya beredar.
"Petualangan rahasia ke Boracay itu terungkap ketika gambar-gambarnya terlihat di situs jejaring sosial", membuatnya mendapatkan surat pemecatan yang dikeluarkan bulan lalu. "Foto-foto itu kemudian dicetak sebagai bagian dari bukti dalam kasus tersebut."
Instansi pemerintah, yang membuat surat pemecatan pekan ini, mengatakan Valdez dipecat karena "kelalaian tugas, perbuatan kotor dan ketidakjujuran".
Valdez tidak bisa dihubungi pada Kamis untuk memberikan komentar.
Filipina, negara dari 95 juta orang, adalah di antara negara-negara terkemuka di dunia dalam hal penggunaan Facebook.
Kiamat Internet 9 Juli mendatang membuat banyak kalangan ketar-ketir, terutama mereka yang pekerjaan sehari-harinya berurusan dengan jaringan ini. Namun dua pakar teknologi informasi menegaskan tidak perlu takut. "Tidak mungkin mematikan jaringan Internet seluruh dunia," kata Syamsul Bahtiar, pengamat telekomunikasi, Selasa (3/7).
Bahtiar menilai sejauh ini berita tentang dunia maya selalu berlebihan. Salah satunya kasus milenium pada 2000. Saat itu, muncul ketakutan Internet tidak bisa membaca dua angka terakhir dan dapat menimbulkan kekacauan. "Ternyata malah tidak terjadi apa-apa," ujarnya.
Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) mengatakan bertanggung jawab atas penonaktifan Internet pada Senin pekan depan. Langkah itu diambil lantaran muncul virus Kuda Troya yang menginfeksi alamat situs (DNS).
Lima tahun lalu, Kuda Troya melumpuhkan 500 ribu komputer seluruh dunia. Virus ini menyebar lewat iklan pop-up dan alamat situs tak jelas.
Bahtiar menambahkan kiamat ini bisa terjadi ke beberapa alamat situs dan bersifat lokal. Misalnya, menyerang hanya Amerika. Namun kemungkinan mati total sejagat sangat kecil. Sebelum meluncurkan produk ke pasaran, nama besar seperti Google atau Yahoo tentu sudah membuat perlindungan.
Pendapat serupa dilontarkan Heru Nugroho, mantan Sekretaris Jenderal Asosiasi penyelenggara Jasa Internet Indonesia. "Tapi bila itu terjadi maka malapetaka. Kemungkinan sangat kecil," katanya saat dihubungi secara terpisah. Sebab itu, dia meminta tidak perlu terlalu cemas.
Spesialis kebudayaan di Tibet, Cina telah menemukan lebih dari 100 halaman naskah kuno Tibet yang dibuat pada abad ke-13.
Berdasarkan keterangan Tashi Gyatso, petugas resmi pada kantor kebudayaan Lhasa, dokumen yang berisi tentang obat-obatan tradisional Tibet dan agama ini ditemukan minggu lalu pada sebuah kuil di wilayah Nyemo, di bagian luar Lhasa.
Berdasarkan Xinhua, Gyatso mengatakan bahwa petugas kebudayaan lokal saat ini berusaha memasukkan dokumen langka ini pada daftar warisan budaya Cina yang sudah hampir punah.
"Halamannya banyak yang terlepas dan dokumen ini tidak lengkap," katanya, seperti dilansir oleh Times of India.
Dokumen kuno ini ditulis menggunakan tinta hitam pada kertas yang terbuat dari serat kayu. Meskipun begitu, tulisan pada dokumen ini masih bisa dibaca. Walaupun bahasa yang ditulis adalah bahasa Tibet, namun nomor yang ada pada tiap halaman naskah ini ditulis dengan angka Cina.
"Dokumen ini dibuat pada jaman Dinasti Yuan (1271 - 1368), hampir 800 tahun yang lalu," kata Pempa Tsering, seorang pengamat literasi Tibet yang berasal dari Lhasa.
Hingga saat ini, telah ada 853 peninggalan budaya yang ditemukan di Lhasa. Kantor kebudayaan berusaha membuat daftar barang-barang kebudayaan yang langka ini untuk selanjutnya akan disimpan dengan baik.
Tiga terdakwa kasus pembobolan dana nasabah Citibank sebesar Rp 21,4 miliar, Andhika Gumilang, Visca Lovitasari dan Ismail bin Janim sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tapi, tersangka utama perkara ini, bekas Senior Relationship Manager Citibank Malinda Dee tak kunjung disidang.
Tidak seperti ketiga terdakwa itu yang relatif lebih cepat disidang, Malinda masih harus menunggu satu hingga dua minggu lagi untuk duduk di kursi pesakitan. Status istri Andhika Gumilang ini masih tersangka.
Menurut Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Ida Bagus Dwiyantara, Malinda baru bisa disidang setelah seminggu atau dua minggu berkas perkaranya diterima pengadilan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
“Berkasnya saja baru masuk tanggal 19 Oktober lalu. Paling lama, makan waktu hingga dua minggu,” katanya melalui SMS kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Setelah berkas Malinda masuk ke pengadilan, sambung Ida, tahap selanjutnya adalah melengkapi syarat-syarat administratif. Kemudian, pengadilan membentuk majelis hakim yang akan menyidangkan perempuan berusia 48 tahun itu.
“Hingga kini, majelis hakimnya belum dibentuk. Tapi, berkasnya sudah kami terima dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” katanya.
Sebelumnya terbetik kabar, sidang perdana Malinda digelar kemarin, Senin, 24 Oktober 2011. Namun, Ida mengaku tidak tahu dari mana sumber kabar tersebut. “Bagaimana mau sidang, hakimnya saja belum ditetapkan kok,” tandasnya.
Lantas, bagaimana kondisi Malinda jelang disidang? Secara umum, menurut sumber yang merupakan petugas rumah tahanan, Malinda sehat, meski kadang masih mengeluhkan nyeri di dadanya. Lantaran itu, ada dokter yang dua minggu sekali mengontrol payudaranya. “Dia masih rutin minum obat,” katanya.
Menjelang diadili, menurut sumber ini, Malinda yang ditahan di sel isolasi Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, sering dibesuk pengacaranya. Mereka menyiapkan diri menghadapi dakwaan dan tuntutan jaksa.
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Masyhudi membenarkan bahwa Malinda belum bisa memasuki arena meja hijau. Namun, dia menambahkan, berkas perkara Malinda sudah diserahkan ke PN Jaksel pada 19 Oktober lalu.
“Sudah dilimpahkan,” katanya melalui SMS kepada Rakyat Merdeka.
Menurut Masyhudi, jaksa menjerat Malinda dengan tiga dakwaan yang terkait pasal pidana perbankan dan pencucian uang. Pertama, Malinda akan didakwa melanggar Pasal 49 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP, subsidair Pasal 49 ayat (2) huruf b.
Dakwaan kedua, lanjut dia, Malinda melanggar Pasal 3 ayat (1) huruf b Undang Undang Nomor 15 Tahun 2002, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
Dakwaan ketiga, Malinda melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. “Ancaman pidananya minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara, serta denda minimal Rp 10 miliar dan paling banyak Rp 200 miliar,” jelasnya.
Masyhudi menyatakan, masa penahanan Malinda sudah diperpanjang 30 hari, terhitung sejak 5 Oktober lalu. Soalnya, kata dia, masa penahanan Malinda selama 20 hari di bawah Kejaksaan telah berakhir pada 4 Oktober lalu. Kini, Malinda statusnya masih menjadi tahanan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur di bawah pengawasan Kejari Jaksel.
“Sesuai KUHAP, sudah diperpanjang 30 hari,” ujar Masyhudi.
Masyhudi juga mengatakan, pihaknya segera menyelesaikan tiga berkas bawahan Malinda di Citibank yang disangka turut terlibat kasus ini. Tiga berkas itu ialah milik bekas Teller Citibank Dwi Herawati, Head Teller Citibank Landmark Jakarta Novianty Irine, dan Betharia Panjaitan yang juga menjabat sebagai Head Teller Citibank Landmark, Jakarta.
“Secepatnya akan diselesaikan dan dikirim ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” ujarnya.
Perlindungan Buat Nasabah Belum Maksimal
Deni Daruri, Presdir CBC
direktur LSM Center for Banking Crisis (CBC) Deni Daruri menilai, praktik pembobolan uang nasabah dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap suatu lembaga perbankan. Pasalnya, dalam perkara ini nasabah mengalami kerugian materil yang besar.
“Kalau praktik ini kontinyu, saya yakin lembaga perbankan akan sepi peminat. Bagaimana pun besarnya bank itu, kalau masyarakat sudah mati rasa, habislah sudah,” kata Deni.
Karena itu, dia meminta Bank Indonesia (BI) sebagai pusatnya lembaga perbankan segera merealisasikan pembuatan Undang-Undang Perlindungan Nasabah. Sebab, kata dia, BI selama ini belum memberikan perlindungan yang maksimal terhadap para nasabah di seluruh lembaga perbankan.
“Ini adalah aplikasi dari motto knowing your costumor. Kita ingin lihat, mana realisasinya,” ucapnya.
Deni juga mendesak Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) supaya mengeluarkan aturan main baru tentang pembayaran premi lebih besar kepada lembaga perbankan yang kurang sehat atau sedang bermasalah.
“Saat ini pembayaran premi lembaga perbankan sehat dengan sakit sama saja. Harusnya dibedakan, jadi masyarakat akan selalu memilih bank yang sehat,” tandasnya.
Selain uang nasabah yang rawan dibobol, Deni juga berpendapat, lembaga perbankan saat ini sangat rawan dengan tindak pidana pencucian uang. Karena itu, Deni meminta BI tak mengulur waktu untuk membuat Undang-Undang Perlindungan Nasabah.
“Di dalamnya itu mesti ada pasal mengenai money laundering yang saat ini marak terjadi,” ucapnya.
Deni berharap, perkara seperti Malinda Dee tidak akan terulang di kemudian hari. Sebab, kata dia, lembaga perbankan akan menuai krisis jika kasus seperti ini terus terjadi.
“Pertama, karena masyarakat tidak percaya lagi kepada bank. Kedua, uang yang dibobol itu tak jelas, apakah akan diganti oleh pihak bank atau tidak,” tuturnya.
Minta PN Jaksel Segera Sidang Malinda Dee
Harry Witjaksana, Anggota Komisi III DPR
Anggota Komisi III DPR Harry Witjaksana meminta Pengadilan Negeri Jakarta Selatan segera membentuk majelis hakim untuk menyidangkan pembobolan dana nasabah Citibank dengan terdakwa Malinda Dee.
Pasalnya, perkara Malinda merupakan kasus yang menarik perhatian masyarakat dan uang yang dibobol besar. “Sebaiknya segera sidangkan Malinda Dee demi menjawab rasa penasaran masyarakat terhadap proses hukum kasus tersebut,” katanya.
Harry mengakui, pembentukan majelis hakim suatu perkara bisa memakan waktu hingga satu bulan. Namun, dia meminta hal itu tidak berlaku pada perkara Malinda Dee. Menurutnya, Pengadilan Negeri Jaksel harus membuat pengecualian untuk kasus ini. “Supaya kasus ini cepat selesai. Ingat, angka yang dibobol Malinda ini sangat fantastis,” ujarnya.
Politisi Demokrat ini juga meminta Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memilih majelis hakim yang menguasai bidang pencucian uang serta dunia perbankan. Sebab, kata dia, kasus Malinda akan menjadi perkara rumit manakala majelis hakim kurang menguasai dunia perbankan. “Harus yang kompeten tentunya. Kalau bisa, majelis hakim kasus itu dipimpin hakim yang paling senior dan jam terbang yang tinggi,” tandasnya.
Harry yakin, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mempunyai sosok hakim yang mumpuni dalam menangani perkara pencucian uang dan pembobolan dana nasabah, sehingga masyarakat tak perlu khawatir pada kinerja hakim PN Jaksel.
Dia juga minta masyarakat tidak memandang sebelah mata para hakim di pengadilan tersebut. “Pastinya mereka punya hakim yang kredibel. Lagipula, kalau menyoroti hakim sebaiknya masalah itu diserahkan kepada Mahkamah Agung,” katanya. [rm]
Lelaki itu berjalan limbung. Wajahnya berdarah, merah kental bercampur debu gurun. Dia begitu lunglai saat digiring di tengah para serdadu pemberontak. Di video yang menyebar ke dunia pada pagi 20 Oktober 2011 itu, dia adalah tawanan yang pasrah.
Para serdadu tampak girang. Mereka menembakkan senapan ke langit. Lelaki itu diklaim sebagai Muammar Khadafi. Sang penguasa Libya selama 42 tahun itu, kini bahkan tak kuasa berjalan. Dia dipapah. Rambutnya kadang dijambak. Di Kamis sial itu, Khadafi adalah pecundang.
Pada rekaman lain, Khadafi terkapar di aspal. Wajahnya menyembul di antara kaki-kaki serdadu pembangkang. Alas sepatu mereka, sengaja atau tidak, menginjak tubuh telanjang Khadafi. Dia tak lagi bergerak. Matanya setengah tertutup, dan mulut agak terbuka. Darah mengucur dari wajah pias itu.
Hampir dua jam tak ada konfirmasi apakah si lelaki itu benar “si anjing gila dari Timur Tengah", julukan Presiden AS Ronald Reagan dulu kepada Khadafi. Baru kemudian Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya, wadah para penentang Khadafi, menyatakan sang diktator telah tewas. Di kaki, punggung, dan kepalanya, ada bekas tembakan.
Bagaimana Khadafi yang perkasa itu bisa dilumpuhkan?
Sirte. Kota tempat pelarian terakhir Khadafi itu, rupanya telah dikepung para pemberontak. NTC melaporkan, Khadafi dikawal seorang panglimanya, Abu Bakr Younis Jabr di Sirte. Pada subuh hari, baku tembak pecah. Khadafi kalah kuat. Dia lalu kabur dengan konvoi 15 truk.
Gerakan mereka terpantau pesawat tempur NATO. Peluru pun muntah dari langit. Konvoi hancur lebur. Menteri Pertahanan Prancis, Gerard Longuet, membenarkan itu hasil gempuran pesawat negaranya. Sekitar 50 tentara Khadafi tewas.
Seperti tikus
Tapi Khadafi belum tamat saat itu. Dia dan sejumlah orangnya lolos dari gempuran pesawat tempur. Mereka kabur melalui pepohonan di pinggir jalan, lalu bersembunyi di gorong-gorong. Sialnya, serdadu NTC mengejar. Persembunyian itu terbongkar. Terpojok, salah seorang pengawal Khadafi akhirnya menyerahkan diri.
Tentara Khadafi itu lalu berteriak. "Tuan saya di sini. Tuan saya ada di sini. Muammar Khadafi ada di sini, dia terluka," kata si pengawal itu, seperti ditirukan prajurit NTC Saleem Bakeer.
Â
Khadafi pun keluar dari gorong-gorong. "Ada apa? Ada apa? Apa yang terjadi?" kata Khadafi lirih kala itu. Dia dilaporkan terluka tembak di kaki dan punggungnya. Bakeer mengatakan, Khadafi ditembak oleh orangnya sendiri. Kala itu Khadafi dilaporkan memegang sepucuk pistol emas. Tapi dia tak menggunakannya.
Rekaman video yang diunggah di laman Youtube, menunjukkan Khadafi yang kepayahan itu lalu ditaruh di kap mobil, dan kemudian dipindahkan ke truk.
"Dia dulu menyebut kami tikus. Lihat bagaimana kami menemukannya sekarang," kata seorang tentara NTC, Ahmed al-Sahati, berdiri di samping gorong-gorong tempat Khadafi sembunyi, seperti dikutip dari Aljazeera.
Dieksekusi?
Perdana Menteri NTC, Mahmoud Jibril, mengatakan Khadafi masih bernafas saat dibawa pakai ambulans ke kota Mistara. Tapi, dia tewas setelah terjebak di tengah-tengah baku tembak antara tentara loyalis dan tentara anti Khadafi.
Dilaporkan ada peluru bersarang di kepalanya. Jibril tak tahu, peluru siapa mengenai Khadafi. Kemudian, muncul rekaman video kedua. Mayat Khadafi menjadi bulan-bulanan warga yang benci setengah mati padanya.
Kematian Khadafi pun membangkitkan kecurigaan baru. Apakah dia tertembak atau ditembak. Salah satu gambar di situs The Telegraph, menunjukkan ada lubang peluru tepat di pelipis kiri Khadafi. Luka itu terlalu rapi, jika disebut hasil tembakan dalam pertempuran. Muncul dugaan, Khadafi dieksekusi mati di ambulans.
Itu sebabnya, badan HAM PBB mempertanyakan soal tewasnya Khadafi. Pertanyaan itu membuat NTC menunda pemakaman Khadafi. Sebab kematiannya dinilai masih kontroversial.
Dilansir dari laman Aljazeera, Jumat 21 Oktober 2011, PBB juga menyayangkan beredarnya video Khadafi yang terluka, dan penuh darah di tengah masyarakat. "Jika dikumpulkan, rekaman itu sangat menganggu," kata Rupert Collville, juru bicara Komisi Tinggi HAM PBB.
Karena pemakamannya ditunda, mayat Khadafi disimpan di lemari pendingin di kota Misrata. Di atas matras kuning abu-abu, di salah satu mal berkamar pendingin, mayat itu terbaring kaku. Ahli dari PBB akan melakukan otopsi, dan menelisik penyebab kematian Khadafi itu.
"Adalah prinsip dasar hukum internasional, mereka yang dituduh melakukan kejahatan serius sebisa mungkin diadili. Eksekusi spontan sangat ilegal. Beda halnya jika dia terbunuh dalam pertempuran," kata Colville.
Selain Khadafi, NTC juga mengumumkan kematian putra kelima Khadafi, Motassim, dan kepala intelijen Libya, Abdullah al-Senussi. Mereka diperkirakan berada di dalam salah satu iring-iringan bersama Khadafi. Satu dinasti politik itu tumpas.
Akhir Khadafi
Berkuasa selama 42 tahun di Libya, kematian Khadafi adalah juga akhir dari drama pelariannya dari buruan NATO dan NTC selama lebih dari tiga bulan.
Sejak Tripoli jatuh ke tangan pemberontak pada akhir Agustus lalu, Khadafi menyingkir ke kota kelahirannya di Sirte. Para pemberontak menjarah kediamannya di Bab Al-Aziziya. Buldozer meratakan kompleks enam kilometer persegi, simbol kekuasaan Khadafi dan keluarganya itu.
Jalur bunker di dalam Bab Al-Aziziya menggurita di bawah tanah kota Tripoli. Disinyalir, dengan cara inilah Khadafi kabur. Dari persembunyiannya, Khadafi masih membuat panas telinga para penentangnya. "Sucikan ibukota dari tikus-tikus pemberontak," kata Khadafi sambil sembunyi.
Selama kabur, dia menggunakan tenda besar sebagai tempat bermalam. Laporan intelijen sempat mengatakan Khadafi kabur ke luar negeri, seperti para anggota keluarganya. Anak dan istri Khadafi dilaporkan hengkang ke Aljazair dan Niger.
Sebelumnya, muncul spekulasi Khadafi bersembunyi di negara-negara tentangga di Afrika. Dia berjuluk “Raja Diraja Afrika†ini punya hubungan dekat dengan penguasa ataupun suku-suku di Niger maupun Chad. Khadafi membantah. Dia bilang, tak akan pernah meninggalkan Libya. Dia akan bertempur sampai mati.
Ada alasan mengapa Khadafi memilih kota kelahirannya untuk bersembunyi. Kota dengan 100 ribu jiwa warga itu paling setia mendukungnya. Ketika Benghazi dan Tripoli jatuh, Sirte tetap kokoh melawan pemberontak, hingga akhirnya digempur oleh NTC.
Setelah kedikatoran, lalu?
Libya pun bersorak atas perginya sang diktator. Setelah Khadafi dinyatakan tewas, rakyat Libya keluar ke jalan-jalan kota. Suara takbir bergema. Terompet. Bendera-bendera berkibar. Tembakkan senapan.
Menurut Aljazeera, pertempuran di berbagai kota di Libya berhenti setelah berita kematian Khadafi tersebar. Rakyat awalnya tak percaya mereka telah terbebas dari Khadafi. Barulah setelah video dan foto mayat Khadafi beredar, mereka yakin tak bermimpi.
"Saya sangat senang. Putri dan istri saya mengatakan lebih menyukai Khadafi ditangkap hidup-hidup dan diadili. Tapi saya lebih memilih dia mati, dan rezimnya berakhir," kata Salah Fenadi, seorang warga di Sirte.
Adakah Libya bersiap paska Khadafi tamat? NTC mengatakan keamanan dan perdamaian adalah terpenting di Libya hari ini. Banyak yang khawatir setelah tewasnya Khadafi, tentara loyalisnya terpecah, dan menebar teror.
Selain transisi politik melalui pemilu, persoalan lain adalah ekonomi. Libya masih terpuruk akibat rezim Khadafi yang korup. Walaupun kaya minyak, rakyat Libya hanya berpendapatan US$2 per hari. Angka pengangguran mencapai 40 persen.
Profesor politik Timur Tengah dari London School of Economics, Fawaz Gerges, mengatakan walaupun masih banyak tantangan di depan, tapi momen ini harus dinikmati, dan jangan dilupakan.
Dilansir dari CNN, Gerges mengatakan, momen ini adalah akhir suatu era, dan pintu pembuka era baru. Yang harus dihindari, kata dia, adalah perpecahan di antara suku-suku di Libya yang mengincar kekuasaan.
Tamatnya Khadafi juga menjadi semacam peringatan bagi para pemimpin di kawasan itu. "Jika kau menekan rakyat, jika kau tidak memedulikan masyarakat sipil, jika kau berkuasa terlalu lama, ini yang akan terjadi," ujar Gerges.(np)